Risiko Kontrak Pada Proses Pengadaan Langsung Di PT. Kereta Api Indonesia

  • Budi Nur Siswanto Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia
  • Virgina Yohana Runtuwene Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia
Keywords: Pengadaan, Risiko, Kontrak

Abstract

- PT Kereta Api Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang transportasi umum dalam negeri yang meliputi angkutan penumpang, angkutan barang, dan angkutan non barang. PT. KAI memiliki prasarana dan sarana jumlah lokomotif 471, KRD 111, KRL 314, kereta 1.326 dan gerbong barang 5.877 buah. Prasarana dan sarana perkeretaapian tersebut memerlukan perawatan agar dapat mendukung operasi KA, Untuk itu dilakukan pengadaan untuk memenuhi berbagai macam suku cadang dengan spesifikasi beraneka ragam sesuai kebutuhan di lapangan. Pengadaan barang langsung yang diatur dalam kontrak terkadang memiliki risiko yaitu keterlambatan pengadaan barang tetapi tidak diberikan sanksi dan waktu uji kualitas barang dalam pengadaan yang terlalu lama sehingga memperlambat proses pengadaan. Risiko lainnya yaitu proses prosedur administrasi yang terlalu lama untuk sampai pada kesepakatan kontrak pengadaan langsung. Maka dari itu perlu megetahui skema dan prosedur pengadaan serta risiko yang terjadi dilapangan. Dilakukan analisis serta identifikasi terhadap risiko pengadaan di PT.KAI. Dari data tersebut diketahui keterlambatan pada proses pengadaan administrasi untuk satu kali pengadaan dibutuhkan waktu hampir 2 bulan. Dan untuk mengurangi risiko pada kontrak mengenai keterlambatan pengadaan dengan memberikan sanksi tegas sebesar 3% per hari dari total jumlah pengadaan dalam kontrak. Kemudian diberikan batasan waktu pada tahapan uji coba serta dalam proses administrasi pengadaan yang terlalu lama dilakukan pemangkasan waktu prosedur dengan capaian waktu 32 hari.

Published
2018-09-12
How to Cite
Siswanto, B., & Runtuwene, V. (2018). Risiko Kontrak Pada Proses Pengadaan Langsung Di PT. Kereta Api Indonesia. JURNAL MANAJEMEN LOGISTIK DAN TRANSPORTASI, 4(2), 100-118. Retrieved from https://juna.stimlog.ac.id/index.php/stimlog/article/view/52